a man is in a great place when he has no one to turn to, but God. - Smith Wigglesworth
November 13, 2015
Heal My Heart And Make It Clean
Everybody needs compassion, and yourself too. Gue belajar untuk mengampuni dan melupakan, karena selain itu membebaskan orang yang udah nyakitin gue, itupun membebaskan gue dari rasa sakit dan kepaitan.
Banyak hal yang udah terjadi dalam hidup gue belakangan yang mana itu bikin gue shock super duper dan gak kebayang sakitnya. Gue udah ngepost soal bulan April 2015 lalu yang mana itu awal mulanya gue screwed-up parah. Di post-an itu gue tulis gue akan ngebahas tentang itu, nanti, karena gue pikir gue baru bisa cerita setelah luka-nya sembuh dulu. Bulan demi bulan gue lewatin, ampe kira-kira 2 minggu lalu, gue berniat nepatin janji gue itu untuk nulis apa sih yang sebenernya terjadi sama gue waktu itu. Gue udah tulis lumayan panjang, ceritain one by one kejadian demi kejadian dan gue gak kuat nerusinnya karna luka gue tiba-tiba berasa parah lagi. Gue stop. Gue gak lanjutin. Gue lewatin hari-hari setelah gue nulis itu dengan hati yang sesak lagi, gue jadi emosional, dan gue jadi kayak gue yang baru awal-awal shock abis kejadian April lalu.
It’s not good for me and for the people around me. Gue kemudian sadar kalo gue belum bener-bener pulih dari rasa sakit itu, dan bahkan gue merasa itu udah jadi kepaitan dalam hati gue berbulan-bulan. Gue gak mau gue yang kayak gini. Psikis gue gak sehat banget, trauma yang berlebihan, inget-inget kesalahan orang dan jadi kayak gak punya kasih.
Di suatu malam, gue merenung… Ini bukan salah mereka yang udah nyakitin gue. Ini bukan kebetulan semua kejadian terjadi berentetan. Pasti ada rencana Tuhan kalo gue gak give up ampe detik ini. Tapi apa? Tuhan mau gue lebih kuat kah? Tuhan mau gue jadi dewasa kah?
But then I realized that I was created to bring Him all the glory and to always know that He is my Father. Gue mulai ganti doa gue dari yang doa untuk Tuhan bales semua yang udah terjadi sama gue yang bikin gue ampe drop banget, ampe ke doa yang gue minta Tuhan bersihin hati gue dari kepaitan, rasa sakit hati sama orang lain, rasa trauma akan sesuatu, rasa berharap dan rasa kecewa kepada siapapun dan apapun. Gue doa itu terus… wholeheartedly. Karena gue gak mau hidup gue sia-sia hanya karena gue gak bisa maafin orang dengan tulus. And that’s not that easy actually. :”) let Holy Spirit guide.
And for HIM be the glory, to the One, Jesus Christ, my Lord. My Real Defender.
Gue sangat sadar sebenernya Tuhan Yesus udah belain gue dengan sangat after kejadian itu. Gue sadar betul, tapi ya apa daya manusia gak pernah puas dan selalu berharapnya sama manusia. Kembali kecewa, kembali sakit hati, dan semakin senenglah si iblis. Tapi setelah gue doa kayak gitu, hati gue bener-bener ringan. Plong. Kalo gue inget soal kejadian demi kejadian itu, udah bukan rasa pengen nangis atau kesel atau drop lagi yang gue rasain, yang ada sekarang adalah ucapan syukur. Ucapan syukur betapa setia tangan pertolongan Tuhan atas gue, betapa Dia menetapkan gue dalam setiap langkah gue, sampe gue boleh ada sejauh ini, it’s totally because of HIS grace.
Apa yang ngga pernah gue pikir, itu yang Tuhan kasih. Jauh lebih besar dari yang gue harapkan. Di saat-saat gue drop banget itu bahkan gue gak tau gimana cara doa, gue gak tau mau bilang apa, gue sangat marah dan kecewa. Bisa dibilang gue gak doa. Karena gak tau mau ngomong apa di doa gue… Beberapa hari deh itu gue gak doa. Kerjanya nangissssss terus hehe. Tapi ajaibnya, tangan Tuhan ngga stop. Dia dengan sabar balut luka demi luka gue, gendong gue, angkat gue dengan tangan-Nya dan bawa gue untuk ke tempat lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.
Terpujilah Tuhan Yesus.
Anyways, kejadian-kejadian itu bener-bener mengubah perspective gue akan semua hal. Setiap keinginan, setiap impian, harapan, doa, hubungan, pekerjaan, pelayanan, basically ALL things. Hidup gue bukan lagi kehendak gue. Gue sekarang tau betul bahwa hidup gue itu udah direncanain bahkan sebelum gue ada. Dan Dia adalah Bapa, gue adalah anak. Gue bisa minta apapun sama Bapa dan Bapa pasti kasih dan selalu kasih yang terbaik buat gue.
Hidup gue sekarang gue dedikasikan totally untuk kemuliaan Tuhan Yesus. Pekerjaan gue untuk kemuliaan Tuhan Yesus, pelayanan gue untuk kemuliaan Tuhan Yesus, karakter gue untuk kemuliaan Tuhan Yesus, hubungan gue dengan orang-orang sekitar gue untuk kemuliaan Tuhan Yesus, setiap aspek dalam hidup gue untuk kemuliaan Tuhan Yesus. No space di hati gue untuk berharap sama apapun dan siapapun lagi. Gue melatih hati gue untuk selalu dan selalu berharap cuma sama Tuhan Yesus.
Dan yang gue maksud di atas kalo sampe detik ini gue gak give up adalah gue gak give up to spread love, forgive people and do good. If something happened to me, bad or good, beyond my capability, I surrender. Doesn’t mean I give up of being good, just realized not everything I can control. In the end, it’s God’s will be done. I just surrender and be pure… be pure… be pure…
No matter how many tears falling down, no matter how shock the heart is, how hurt it feels… I know Jesus is my Real Defender. Who stands before me to defend me, who stands behind me to protect me, who guides me left right up down with His perfect guidance. All I need to do is keep doing what God wants me to do, be pure, never whining, be humble and surrender. For my life is to bring Him glory.
Forgive… and Forget. :)
“Love your enemies! Do good to those who hate you. Bless those who curse you. Pray for those who hurt you. If someone slaps you on one cheek, offer the other cheek also. If someone demands your coat, offer your shirt also.” – Luke 6:27-29 NLT
“God blesses those who are persecuted for doing right, for the Kingdom of Heaven is theirs. God blesses you when people mock you and persecute you and lie about you and say all sorts of evil things against you because you are my followers. Be happy about it! Be very glad! For a great reward awaits you in heaven.” – Matthew 5:10-12a
Amen. Amen. Amen.
GOD BLESS YOU ALL! ❤
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment